My room mates left room’s key

This post about my friend, she is come from cilacap, her names nadhia. Today, she gone from her home town and back to ciputat, my campus places.

Suddenly I got a call from her and she said that she was in ciputat but she forget to bring the key of our room. What should I do. In the same time, me and my mom wanna go to hospital, also wanna go to a mall to buy some that I needs.

If u were me, what would you do ? Can you suggest me ?

Oh ya, we are in ciputat live together in the same room, the room names “kost” or “kos-kosan”, like an apartment. Haha.
Why do we live in the same room ? Because live together will make the room cheaper, and we can keep our sosiality. Right !

Suggest what better I do, please ya 🙂 Thank you.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan
Published in: on Agustus 27, 2012 at 7:48 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Mie Ayam Banyumas

I’m just finished eated my lunch together with my family.

My mom buy some delicious lunch, that’s Mie Ayam Banyumas (Banyumas chicken noodle), Pangsit (chicken roll), and Bakso (meat ball).

Mom buy them all near by my home, the Mie Ayam Banyumas located in Perumahan Medang Lestari, Jalan Medang 2, Blok B2N/16, RT 008/ RW 001, Pagedangan – Tangerang, Banten – Indonesia, 15339.

Trust me, Mie Ayam Banyumas is really delicious, and the price, also cheap, just 12.000 rupiah (12$).

I suggest you to try, and proof that I said the truth.

Happy trying 🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

Published in: on Agustus 27, 2012 at 5:07 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

back

Its not good use my personal account to say this, but truely, I’m verry happy, cause my blackberry is back to me, but also, I’m very sorry for you, someone who doesn’t exist anymore be my bbm contact, its nice to be your friend, and its nice to get your heart, but I don’t know why, since the time you said about yours feeling to me, I ever think that I also love you, but then when I think about it anymore, that’s just a crazy think. Sorry

Published in: on Agustus 27, 2012 at 4:24 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

again

Just test again and again

Posted with WordPress for BlackBerry.

Published in: on Juni 21, 2012 at 10:57 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Untuk saudariku..

Image

Ukhti, apa kabarmu ?

sudah lama kita tidak bertemu dan bercanda seperti dulu..
Aku sungguh merindukanmu yang perlahan-lahan mencoba menjauh dariku..

Ukhti, bagaimana keadaanmu ?

Sudah lama aku ingin pergi bersamamu ke pengajian-pengajian dan taklim rutinan kita..

Aku ingin kembali menjadi pendengar setia cerita-ceritamu, curahan hatimu, berbagai macam yang kau rasakan ketika orang-orang disekitarmu mencemoohmu, mengucilkanmu, dan berbagai macam perlakuan temanmu yang tidak senang dengan sikapmu yang mencoba bersikap jujur..

Ukhti, kau sering bilang padaku bahwa keluargamu tak menyetujui dirimu untuk memakai jilbab, namun kau terus menerus membuktikan pada orangtuamu bahwa jilbab bukanlah penghalang, kau luluhkan hati keluargamu dengan cara kau berubah menjadi lebih santun didepan mereka..

Ukhti, kau pernah mengadu padaku, kau pernah pingsan saat upacara berlangsung, dan saat itu kau begitu takut dan sedih jika saat kau pingsan auratmu sedikit terbuka dan jika sampai terlihat oleh teman-temanmu..

Ukhti, kau yang dulu mengajariku cara bersabar, cara bersikap layaknya muslimah, kau ajarkan aku kesederhaaan..

aku teringat ketika pulang sekolah kau tidak sempat lagi pulang kerumahmu untuk sekedar mengganti baju dan makan siang terlebih dahulu, kau lebih memilih langsung kerumahku untuk menghadiri pengajian mingguan kita..
tak ingatkah kau ukhti? 

Saat itu hatiku tertampar berkali-kali, begitu mulianya dirimu ukhti..
Aku begitu kecil dibandingkan dirimu..

Sungguh, aku menyayangimu ukhti, 

Jika melihat kenyataannya sekarang kau menjauh dariku..

Kau berubah drastis.

Kau perlahan meninggalkan gaya pakaianmu dulu, kau meniggalkan kami teman se-pengajianmu, menjauh dan terus menjauh.

kau bilang padaku, bahwa kau pernah mendapat cerita tentang kesalahan beberapa akhwat yang kau dengar dari temanmu. 
Juga beberapa orang yang mungkin mengecewakanmu. 

Dan itu mungkin membuatmu menjauh dan tidak lagi respek lagi pada kami.

Please, buka matamu ukhti,

Masih banyak akhwat-akhwat lain yang begitu suci hatinya di luar sana. Dirimu tidak berhak memukul rata dan menilai sama semua orang..

maafkan aku ukhti, mungkin ini caraku yang terakhir untuk membujukmu kembali lagi di dalam ukhuwah yang selama ini kita jalin.

Aku sangat tahu, Hati manusia adalah urusan Allah..
Sang Maha Pembolak-balik hati manusia.

namun, saudarimu ini hanya bisa berusaha semampunya untuk mengajakmu kembali seperti dulu..

perlukah kami berlutut didepanmu untuk mengajakmu kembali hadir di pengajian..

Tak usah malu bila kau telah melangkah terlalu jauh, 

Allah maha memaafkan hamba-Nya,.

Ini usaha terakhirku ukhti, semoga bagaimanapun keadaanmu Allah kan selalu menjagamu..

aamiiin

( Tolong yang baca di “aamiiin” kan ya , bantu doa agar si ukhti membaca dan terketuk hatinya.. selebihnya hanya bisa berdoa semoga hidayah-Nya kembali menyapa hatinya.. jazakillah )

Published in: on April 3, 2012 at 11:11 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Makalah Etika Kominikasi dalam Islam dan Teknik Komunikasi dalam Setiap Level Usia

TUGAS KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN

ETIKA KOMUNIKASI DALAM ISLAM DAN TEKNIK KOMUNIKASI

DALAM SETIAP LEVEL USIA

DISUSUN OLEH : JESSITA PUTRI DHIARY

NIM : 1111104000019

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2012

 

 

A. ETIKA KOMUNIKASI DALAM ISLAM

 

Komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan-pesan keislaman dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. Dengan pengertian demikian, maka komunikasi Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah atau nilai-nilai Islam, dan cara (how), dalam hal ini tentang gaya bicara dan penggunaan bahasa (retorika). Pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam komunikasi Islam meliputi seluruh ajaran Islam, meliputi akidah (iman), syariah (Islam), dan akhlak (ihsan).
Mengenai cara (kaifiyah), dalam Al-Quran dan Al-Hadits ditemukan berbagai panduan agar komunikasi berjalan dengan baik dan efektif. Kita dapat mengistilahkannya sebagai kaidah, prinsip, atau etika berkomunikasi dalam perspektif Islam.
Kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam ini merupakan panduan bagi kaum Muslim dalam melakukan komunikasi, baik dalam komunikasi intrapersonal, interpersonal dalam pergaulan sehari hari, berdakwah secara lisan dan tulisan, maupun dalam aktivitas lain.
Dalam berbagai literatur tentang komunikasi Islam kita dapat menemukan setidaknya enam jenis gaya bicara atau pembicaraan (qaulan) yang dikategorikan sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam, yakni (1) Qaulan Sadida, (2) Qaulan Baligha, (3) Qulan Ma’rufa, (4) Qaulan Karima, (5) Qaulan Layinan, dan (6) Qaulan Maysura.

 

1. QAULAN SADIDA

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Qaulan Sadida –perkataan yang benar (QS. 4:9)
Qaulan Sadidan berarti pembicaran, ucapan, atau perkataan yang benar, baik dari segi substansi (materi, isi, pesan) maupun redaksi (tata bahasa).
Dari segi substansi, komunikasi Islam harus menginformasikan atau menyampaikan kebenaran, faktual, hal yang benar saja, jujur, tidak berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta.

“Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta” (QS. Al-Hajj:30).
“Hendaklah kamu berpegang pada kebenaran (shidqi) karena sesungguhnya kebenaran itu memimpin kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

“Katakanlah kebenaran walaupun pahit rasanya” (HR Ibnu Hibban).
Dari segi redaksi, komunikasi Islam harus menggunakan kata-kata yang baik dan benar, baku, sesuai kadiah bahasa yang berlaku.
“Dan berkatalah kamu kepada semua manusia dengan cara yang baik” (QS. Al-Baqarah:83).

“Sesungguhnya segala persoalan itu berjalan menurut ketentuan” (H.R. Ibnu Asakir dari Abdullah bin Basri).

Dalam bahasa Indonesia, maka komunikasi hendaknya menaati kaidah tata bahasa dan mengguakan kata-kata baku yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
2. QAULAN BALIGHA

“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha – perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (QS An-Nissa :63).

Kata baligh berarti tepat, lugas, fasih, dan jelas maknanya. Qaulan Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele.
Agar komunikasi tepat sasaran, gaya bicara dan pesan yang disampaikan hendaklah disesuaikan dengan kadar intelektualitas komunikan dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka.

“Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar akal (intelektualitas) mereka” (H.R. Muslim).

”Tidak kami utus seorang rasul kecuali ia harus menjelaskan dengann bahasa kaumnya”(QS.Ibrahim:4)

Gaya bicara dan pilihan kata dalam berkomunikasi dengan orang awam tentu harus dibedakan dengan saat berkomunikasi dengan kalangan cendekiawan. Berbicara di depan anak TK tentu harus tidak sama dengan saat berbicara di depan mahasiswa. Dalam konteks akademis, kita dituntut menggunakan bahasa akademis. Saat berkomunikasi di media massa, gunakanlah bahasa jurnalistik sebagai bahasa komunikasi massa (language of mass communication).

3. QAULAN MA’RUFA

Kata Qaulan Ma`rufan disebutkan Allah dalam QS An-Nissa :5 dan 8, QS. Al-Baqarah:235 dan 263, serta Al-Ahzab: 32.
Qaulan Ma’rufa artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan sindiran (tidak kasar), dan tidak menyakitkan atau menyinggung perasaan. Qaulan Ma’rufa juga bermakna pembicaraan yang bermanfaat dan menimbulkan kebaikan (maslahat).
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya[268], harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Ma’rufa – kata-kata yang baik. (QS An-Nissa :5)
“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, Maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Ma’rufa- perkataan yang baik(QS An-Nissa :8).
“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu Menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu Mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) Qaulan Ma’rufa – perkataan yang baik… (QS. Al-Baqarah:235).
“Qulan Ma’rufa – perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”(QS. Al-Baqarah: 263).
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Qaulan Ma’rufa – perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32).

4. QAULAN KARIMA

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orangtuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, seklai kali janganlah kamu mengatakan kepada kedanya perkatan ‘ah’ dan kamu janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Karima – ucapan yang mulia (QS. Al-Isra: 23).

Qaulan Karima adalah perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama. Dalam ayat tersebut perkataan yang mulia wajib dilakukan saat berbicara dengan kedua orangtua. Kita dilarang membentak mereka atau mengucapkan kata-kata yang sekiranya menyakiti hati mereka.
Qaulan Karima harus digunakan khususnya saat berkomunikasi dengan kedua orangtua atau orang yang harus kita hormati.
Dalam konteks jurnalistik dan penyiaran, Qaulan Karima bermakna mengunakan kata-kata yang santun, tidak kasar, tidak vulgar, dan menghindari “bad taste”, seperti jijik, muak, ngeri, dan sadis.

5. QAULAN LAYINA

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan Qulan Layina – kata-kata yang lemah-lembut… (QS. Thaha: 44).
Qaulan Layina berarti pembicaraan yang lemah-lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati. Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang dimaksud layina ialah kata kata sindiran, bukan dengan kata kata terus terang atau lugas, apalagi kasar.

Ayat di atas adalah perintah Allah SWT kepada Nabi Musa dan Harun agar berbicara lemah-lembut, tidak kasar, kepada Fir’aun. Dengan Qaulan Layina, hati komunikan (orang yang diajak berkomunikasi) akan merasa tersentuh dan jiwanya tergerak untuk menerima pesan komunikasi kita.

Dengan demikian, dalam komunikasi Islam, semaksimal mungkin dihindari kata-kata kasar dan suara (intonasi) yang bernada keras dan tinggi.
6. QAULAN MAYSURA

”Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka Qaulan Maysura – ucapan yang mudah (QS. Al-Isra: 28).

Qaulan Maysura bermakna ucapan yang mudah, yakni mudah dicerna, mudah dimengerti, dan dipahami oleh komunikan. Makna lainnya adalah kata-kata yang menyenangkan atau berisi hal-hal yang menggembirakan.

 

 

 

B. TEKNIK KOMUNIKASI DALAM SETIAP LEVEL USIA

 

1. Komunikasi Dengan Bayi Usia 0 – 1 tahun.

Komunikasi dengan bayi yang umumnya dapat dilakukan adalah dengan melalui gerakan – gerakan bayi. Gerakan tersebut akan sebagai alat komunikasi yang efektif, disamping  itu komunikasi dengan bayi dapat dilakukan secara non verbal. Perkembangan komunikasi pada bayi dapat dimulai dengan kemampuan bayi untuk melihat sesuatu yang menarik, ketika bayi digerakan maka bayi akan berespon untuk membuat suara – suara yang dikeluarkan oleh bayi. Perkembangan komunikasi pada bayi tersebut dapat dimulai pada usia minggu kedelapan dimana bayi sudah mampu melihat obyek atau cahaya, kemudian pada minggu ke dua belas bayi sudah mulai melakukan tersenyum. Pada usia minggu ke enam belas bayi sudah mulai menolehkan kepala pada suara yang asing bagi dirinya. Pada pertengahan tahun pertama bayi sudah mulai mengucapkan kata – kata awal seperti ba-ba, da-da,dst. Pada bulan kesepuluh bayi sudah bereaksi terhadap panggilan terhadap namanya, mampu melihat beberapa gambar yang terdapat dalam buku, pada akhir tahun pertama sudah mampu melakukan kata – kata yang spesifik antara dua atau tiga kata. Komunikasi non verbal dapat dilakukan dengan sentuhan, mengusap, memangku, melambaikan tangan, menggendong dll.

2. komunikasi dengan Usia Todler dan Pra sekolah (1-2,5 tahun, 2,5 – 5 tahun).

Perkembangan komunikasa pada usia ini dapat ditunjukan dengan perkembangan bahasa anak dengan kemampuan anak sudah mampu memahami kurang lebih 10 kata, pada tahun ke -2  200- 300 kata, dan masih diulang – ulang. Pada usia 3 tahun anak sudah mampu menguasai 900 kata dan banyak kata – kata yang digunakan adalah mengapa, apa, kapan, dst. Komunikasi pada usia ini sifatnya egosentris, rasa ingin tahu yang tinngi, inisiatifnya tinggi, kemampuan dalam bahasa meningkat, mudah merasa kecewa dan rasa bersalah karena tuntutan tinggi, setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya, takut terhadap ketidakmampuan dan perlu diingat bahwa dalam usia ini anak belum fasih berbicara. Pada usia ini cara berkomunikasi yang dapat dlakukan adalah dengan memberi tahu apa yang terjadi dengan dirinya, memberi kesempatan pada mereka untuk menyentuh alat yang ditanyakan  (yang penting aman) menggunakan nada bicara lambat dan jelas, jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan yang sederhana.
Hindarkan sikap mendesak untuk dijawab seperti kata – kata “jawab dong!!!!” mengalihakan aktifitas saat berkomunikasi, memberikan mainan saat berkomunikasi dengan maksud anak mudah berkomunikasi , mengatur jarak, menghindari konfrontasi secara langsung, duduk terlalu dekat dan berhadapan. Untuk non verbalnya, menggambar, jangan menyentuh tanpa persetujuan anak, salaman untuk mengurangi rasa cemas.

 

3. Usia Sekolah (5- 11 tahun).

Perkembangan komunikasi pada anak usia ini dapat dimulai dengan kemampuan anak mencetak, menggambar, membuat huruf /tulisan yang besar dan apa yang dilaksanakan oleh anak mencerminkan pikiran anak dan kemampuan anak membaca disini sudah dapat sudah dapat mulai, pada usia ke delapan anak sudah mampu membaca dan sudah mulai berpikir terhadap kehidupan.
komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah tetap masih memperhatikan tingkat kemampuan bahasa anak yaitu gunakan bahasa yang yang sederhana yang spesifik, jelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak atau sesuatu yang tidak diketahui, pada usia ini keingintahuan pada aspek fungsional dan prosedural dari obyek tertentu sangat tinggi maka jelaskan arti fungsi dan prosedur tersebut. Maksud dan tujuan dari dari dari suatu yang ditanyakan secara jelas dan jangan menyakiti atau mengancam sebab ini akan membuat anak tidak mampu berkomunikasi dengan efektif.

 

4. Usia Remaja (11 – 18 tahun)

Perkembangan komunikasi pada usia remaja ini ditunjukan dengan kemampuan berdiskusi atau berdebat dan sudah mulai berpkir secara konseptual, sudah mulai menunjukan perasaan malu, pada anak usia ini sering kali merenung kehidupan tentang masa depan yang direfleksikan dalam komunikasi. Pada usia ini pola pikir sudah mulai menunjukan ke arah yang lebih positif, terjadi konseptualisasi mengingat ini adalah masa peralihan anak menjadi dewasa. Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah berdiskusi atau curah pendapat (CURHAT) pada teman sebaya, hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa malu dan jaga kerahasiaan dalam berkomunikasi mengingat awal terwujudnya kepercayaan anak dan merupakan masa transisi dalam bersikap dewasa.

 

Cara Komunikasi Dengan Anak Secara Umum

1. Melalui orang ketiga : tidak langsung bertanya pada anak.

2.Bercerita : pergunakan bahasa yang mudah dimengerti,perlihatkan gambar

3.Bilioterapi: melalui pemberian buku/majalah anak mengekpresikan perasaan dan aktivitas sesuai

cerita dalam buku.

4. Meminta untuk menyebutkan keinginan : mengetahui apa keinginan / keluhan anak.

5. Pro / kontra :mengetahui perasaan anak dan pikiran anak (mengajukan pertanyaaan hal positif

dan negatif ).

6.Menulis : bila anak tidak dapat mengungkapkan perasaan secara verbal.

7. Menggambar : anak akan mengungkapkannya apabila gambar yang ditulisnya ditanya tentang

maksudnya.

8. Bermain : sangat efektif dalam membantu berkomunikasi, dapat menjalin hubungan

interpersonal dengan teman dan perawat.

 

Cara komunikasi Dengan Orang tua Anak

  1. Anjurkan orang tua untuk berbicara
  2. Arahkan ke fokus
  3. Mendengarkan
  4. Diam
  5. Empati
  6. Menyakinkan kembali
  7. Merumuskan kembali
  8. Memberi petunjuk kemungkinan apa yg terjadi
  9. Menghindari hambatan dalam komunikasi.

 

5. Teknik Komunikasi pada Lansia

Beberapa teknik komunikasi yang dapat diterapkan antara lain :

1.    Tenik asertif

Asertif adalah sikap yang dapat di terima, memahami pasangan bicara dengan menunjukan sikap peduli, sabar untuk mendengarkan dan memperhatikan ketika pasangan bicara agar maksud komunikasi atau pembicara  dapat di mengerti.

2.    Responsif

Reaksi petugas kesehatan terhadap fenomena yang terjadi pada klien merupakan bentuk perhatian petugas kepada klien.

3.    Fokus

Sikap ini merupakan upaya perawat untuk tetap berkonsisten terhadap materi komunikasi yang diingkan. Upaya ini perlu di perhatikan karena umumnya lansia senang menceritakan hal – hal yang mungkin tidak relavan untuk kepentingan petugas kesehatan.

4.    Suportif

Perubahan yang terjadi pada lansia, baik pada aspek fisik maupun psikis secara bertahap menyebabkan  emosi klien relatif menjadi labil. Selama memberi dukungan materiil maupun moril, petugas kesehatan jangan sampai terkesan menggurui atau mengajari klien karena ini dapat merendahkan kepercayaan klien kepada perawat atau petugas kesehatan lainnya.

5.    Klarifikasi

Dengan berbagai perubahan yang terjadi pada lansia, sering proses komunikasi tidak berlangsung dengan lancar. Klarifikasi dengan cara mengajukan pertanyaan ulang dan memberikan penjelasan dari satu kali perlu di lakukan oleh perawat agar maksud pembicaraan kita dapat diterima dan di presepsikan sama oleh klien.

6.    Sabar dan Ikhlas

Seperti yang di ketahui baahwa klien lansia terkadang mengalami perubahan yang merepotkan dan kekanak – kanakan. Perubahan ini bila tidak di sikapi dengan sabar dan ikhlas dapat menimbulkan perasaan jengkel bagi perawat sehingga komunikasi yang di lakukan tidak terapeutik, solutif, namun dapat berakibat berkomunikasi berlangsung emosional dan menimbulkan kerusakan antara klien dengan petugas kesehatan.

 

 

 

C. KESIMPULAN

 

a. Etika Komunikasi dalam Islam

1. Qaulan Sadidan berarti pembicaran, ucapan, atau perkataan yang benar, baik dari segi substansi (materi, isi, pesan) maupun redaksi (tata bahasa).

2. Qaulan Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele.
3. Qaulan Ma’rufa artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan sindiran (tidak kasar), dan tidak menyakitkan atau menyinggung perasaan.

4. Qaulan Karima adalah perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama.

5. Qaulan Layina berarti pembicaraan yang lemah-lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati.

6. Qaulan Maysura bermakna ucapan yang mudah, yakni mudah dicerna, mudah dimengerti, dan dipahami oleh komunikan.

 

 

b. Teknik Komunikasi dalam Setiap Level Usia

  1. Bayi : mengungkapkan kebutuhan dan bersuara yang dapat diinterpretasikan oleh orang sekitarnya, contoh : menangis.
  2. Toddler dan Pra sekolah

– Memberitahu apa yang terjadi pada dirinya.

– Memberi kesempatan pada mereka untuk menyentuh alat pemeriksa yang akan digunakan.

–  Bicara lambat

–  Hindari sikap mendesak untuk dijawab, contoh : jawab dong.

–  Hindari konfrontasi langsung

–  Salaman pada anak ( kurangi rasa cemas)

–  Bergambar atau bercerita.

  1. Usia sekolah

–  Gunakan kata sederhana yang spesifik

–  Jelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak

–  Jelaskan arti fungsi  dan prosedur tindakan

–  Jangan menyakiti atau mengancam

 

4.   Usia remaja

–  Berdiskusi atau curah pendapat sama teman sebaya.

–  Hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa malu.

–   jaga kerahasiaan dalam komunikasi ( masa transisi dlm bersikap dewasa ).

 

  1. Teknik Komunikasi Pada Lansia

–  Teknik asertif

–  Teknik responsif

–  Fokus

–  Suportif

–  Klarifikasi

–  Sabar dan Ikhlas

 

 

 

Sumber :

http://adamfernandinho.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

 

http://pencenk-estry.blogspot.com/2011/11/cara-berkomunikasi-dengan-anak.html

Alimulhidayat, aziz. Pengantar ilmu keperawatan anak. Hal 74-75.

 

http://www.scribd.com/ayenis/d/40290005-Komunikasi-Terapeutik-Pada-Anak-Dan-Keluarga

Published in: on Maret 21, 2012 at 1:25 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Present Perfect Tense

Formula untuk Present Perfect Tense adalah:

Subject + (has/have) + verb3+ object + modifier

Contoh:

  1. Farmers in Jati Bali have grown rice crops since 1970. (Petani-petani di Jati Bali telah menanam padi sejak tahun 1970).
  2. Some students have conducted research on vegetative plant propagations for two months. (Beberapa siswa telah melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif selama 2 bulan).
  3. Transpiration has started to increase since three hours ago. (Transpirasi telah mulai meningkat sejak tiga jam yang lalu).

Note: HAS VERB3 digunakan jika subjectnya singular, yaitu jika subjectnya adalah he, she, it dan noun yang dapat digantikan dengan subject pronoun he, she atau it. Sebaliknya, HAVE VERB3 digunakan jika subjectnya plural, yaitu jika subjectnya adalah I, you, they, we, dan noun yang dapat digantikan dengan subject pronoun I, you, they, atau we.

Penggunaan Present Perfect Tense

Pada dasarnya, penggunaan Present Perfect Tense dapat dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu:

1. Untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas sudah terjadi/dilakukan pada waktu yang tidak spesifik (unspecified/indefinite time) di masa lampau.

Contoh:

  1. John has traveled around the world. (John telah bertamasya ke seluruh dunia).
  2. She has read the entire book. (Dia telah membaca buku itu secara keseluruhan).
  3. I have eaten. (Saya telah makan).
  4. Someone has stolen my book. (Seseorang telah mencuri buku saya).
  5. They have gone. (Mereka telah pergi).

Note: Pada contoh di atas, kita tidak tahu kapan John bertamasya ke seluruh dunia, kapan dia membaca buku, kapan saya makan, kapan seseorang mencuri buku saya, kapan mereka pergi. Yang menjadi penekanan adalah kejadian/aktivitas tersebut telah terjadi/dilakukan.

2. Untuk menyatakan kekerapan (berapa kali) kejadian/aktivitas terjadi/dilakukan pada waktu yang tidak spesifik (unspecified/indefinite time) di masa lampau.

Contoh:

  1. I have seen the Titanic three times. (Saya telah nonton Titanic tiga kali).
  2. She has fallen in love ten times. (Dia telah jatuh cinta 10 kali).
  3. They have failed the exam twice. (Mereka telah gagal ujian 2 kali).
  4. My car has broken down five times. (Mobil saya telah mogok 5 kali minggu ini).
  5. Our dean has punished that very rebellious student three times. (Dekan kita telah menghukum mahasiswa yang sangat membangkang itu 3 kali).

Note: Pada contoh di atas, kita tidak tahu kapan saya nonton Titanic, kapan dia jatuh cinta, kapan mereka gagal ujian, kapan mobil saya rusak, kapan dekan menghukum mahasiswa pembangkang itu. Yang menjadi penekanan adalah berapa kali kejadian/aktivitas tersebut telah terjadi/dilakukan dari dulu samapi NOW; apakah once (sekali), twice/two times (dua kali), trice/three times (tiga kali), ten times (sepuluh kali), dan seterusnya.

3. Untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas terus terjadi/dilakukan mulai dari waktu tertentu di masa lampau sampai sekarang (now).

Contoh:

  1. I have lived in this house for nine years. (Saya telah tinggal di rumah ini selama 9 tahun). Artinya, sejak 9 tahun yang lalu sampai sekarang, saya telah tinggal di runah ini.
  2. We have studied English since a month ago. (Kita telah belajar bahasa Inggris sejak 1 bulan yang lalu). Artinya, sejak sebulan yang lalu hingga sekarang, kita telah belajar bahasa inggris.
  3. He has married her for nineteen years. (Dia telah mengawininya selama 19 tahun).
  4. Mr. Johnson has worked in the same place since 1980. (Pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama sejak tahun 1980).
  5. She has waited for her boyfriend for an hour. (Dia telah menunggu pacarnya selama satu jam).

Note: Semua kejadian/aktivitas pada kelima contoh di atas masih berlangsung sampai saat diungkapkan (now). Kejadian/aktivitas seperti ini juga dapat dinyatakan dengan present perfect continuous tense dengan tanpa merubah makna kalimat.

Penggunaan For dan Since

Khusus untuk penggunaan present perfect tense yang ketiga ini, waktu kejadian/aktivitas yang dilakukan oleh subject dinyatakan dengan menggunakan for dan since. For (berarti selama) diikuti oleh durasi atau lamanya waktu kejadian. Misalnya: for thirty years (selama 30 tahun), for ten minutes (selama 10 menit), for a week (selama seminggu), etc. Sedangkan, since (berarti sejak) diikuti oleh kapan kejadian/aktivitas itu dimulai. Misalnya: since 1985 (sejak tahun 1985), since January (sejak bulan Januari), since 2 o’clock (sejak jam 2), etc.

Perhatikan kelima contoh di atas. Jika for diganti dengan since, atau sebaliknya, maka kalimat di atas menjadi:

  1. I have lived in this house since 2000. (Saya telah tinggal di rumah ini sejak tahun 2000).
  2. We have studied English for a month. (Kita telah belajar bahasa Inggris selama 1 bulan).
  3. He has married her since 1990. (Dia telah mengawininya sejak tahun 1990).
  4. Mr. Johnson has worked in the same place for twenty-nine years. (Pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama selama 29 tahun).
  5. She has waited for her boyfriend since an hour ago. (Dia telah menunggu pacarnya sejak sejam yang lalu).

Negative Form

Bentuk negatif kalimat dalam Present Perfect Tense dibuat dengan menambahkan not setelah auxilary has/have, seperti yang terlihat dalam formula berikut,

Subject + (has/have) + not + verb3+ object + modifier

Note: (has not) dapat disingkat menjadi hasn’t, sedangkan (have not) dapat disingkat menjadi haven’t.

Contoh:

  1. John has not traveled around the world. (John belum bertamasya ke seluruh dunia).
  2. She has not read the entire book. (Dia belum membaca buku itu secara keseluruhan).
  3. I have not eaten. (Saya belum makan).
  4. Someone has not stolen my book. (Seseorang belum mencuri buku saya).
  5. They have not gone. (Mereka belum pergi).
  6. I have not seen the Titanic three times. (Saya belum nonton Titanic tiga kali).
  7. She has not fallen in love ten times. (Dia belum jatuh cinta 10 kali).
  8. They have not passed the exam two times. (Mereka belum lulus ujian 2 kali).
  9. My car has not broken down five times. (Mobil saya belum mogok 5 kali).
  10. Our dean has not punished that very rebellious student three times. (Dekan kita belum menghukum mahasiswa yang sangat membangkang itu 3 kali).
  11. I have not lived in this house for nine years. (Saya belum tinggal di rumah ini selama 9 tahun).
  12. We have not studied English for a month. (Kita belum belajar bahasa Inggris selama sebulan).
  13. He has not married her for nineteen years. (Dia belum mengawininya selama 19tahun).
  14. Mr. Johnson has not worked in the same place for twenty-nine years. (Mr Johnson belum bekerja di tempat yang sama selama 29 tahun).
  15. She has not waited for her boyfriend for an hour. (Dia belum menunggu pacarnya selama satu jam).

Yes/No Questions

Yes/No Questions untuk Present Perfect Tense adalah sebagai berikut:

(Has/have) + subject + verb3+ object + modifier?

Contoh:

  1. Has John traveled around the world? (Apakah John telah bertamasya ke seluruh dunia?).
  2. Has she read the entire book? (Apakah dia telah membaca buku itu secara keseluruhan?).
  3. Have you eaten? (Apakah kamu telah makan?).
  4. Has someone stolen your book? (Apakah seseorang telah mencuri buku kamu?).
  5. Have they gone? (Apakah mereka telah pergi?).
  6. Have you seen the Titanic three times? (Apakah kamu telah nonton film Titanic tiga kali?).
  7. Has she fallen in love ten times? (Apakah dia telah jatuh cinta 10 kali?).
  8. Have they failed the exam twice? (Apakah mereka telah gagal ujian 2 kali?).
  9. Has your car broken down five times? (Apakah mobil kamu telah mogok 5 kali?).
  10. Has our dean punished that very rebellious student three times? (Apakah dekan kita telah menghukum mahasiswa yang sangat membangkang itu 3 kali?).
  11. Have you lived in this house for nine years? (Apakah kamu telah tinggal di rumah ini selama 9 tahun?).
  12. Have we studied English for a month? (Apakah kita telah belajar bahasa Inggris selama 1 bulan?).
  13. Has he married her for nineteen years? (Apakah dia telah mengawininya selama 19 tahun?).
  14. Has Mr. Johnson worked in the same place since 1980? (Apakah pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama sejak tahun 1980?).
  15. Has she waited for her boyfriend for an hour? (Apakah dia telah menunggu pacarnya selama satu jam?).

Penggunaan already dan yet

a. Adverb already digunakan untuk mempertegas pernyatakan bahwa sesuatu telah atau belum terjadi pada waktu yang tidak spesifik (unspecified time) di masa lampau. Already (telah/sudah) digunakan pada kalimat positif, sedangkan yet (belum) digunakan pada kalimat negatif dan kalimat tanya.

Already biasanya diletakkan di antara auxiliary (has/have) dan verb3, tetapi bisa juga diletakkan diakhir kalimat tanpa merubah arti kalimat, seperti terlihat dalam formula berikut:.

Subject + (has/have) + already + verb3+ object + modifier

Atau

Subject + (has/have) + Verb3+ object + modifier + already

Contoh:

  1. John has already traveled around the world. Atau, John has traveled around the world already.
  2. She has already read the entire book. Atau, She has read the entire book already.
  3. I have already eaten. Atau, I have eaten already.
  4. Someone has already stolen my book. Atau, Someone has stolen my book already.
  5. They have already gone. Atau, They have gone already.
  6. I have already seen the Titanic three times. Atau, I have seen the Titanic three times already.
  7. She has already fallen in love ten times. Atau, She has fallen in love ten times already.
  8. They have already failed the exam twice. Atau, They have failed the exam twice already.
  9. My car has already broken down five times. Atau, My car has broken down five times already.
  10. Our dean has already punished that very rebellious student three times. Atau, Our dean has punished that very rebellious student three times already.

b. Adverb yet digunakan pada negative form (kalimat negative) dan interogative form (kalimat tanya), yang biasanya ditempatkan di akhir kalimat, seperti pada formula berikut ini:

Subject + (has/have) + not + verb3+ object + modifier + yet

Selain itu, yet juga bisa juga ditempatkan di tengah kalimat (yaitu setelah has/have) dengan formula sebagai berikut:

Subject + (has/have) + yet + (to + Verb1) + object + modifier

Note: verb3 berubah menjadi infinitive (to + verb1). Dan, walaupun tidak ada not, kalimat ini bermakna negatif (maknanya sama dengan jika yet ditempatkan di akhir kalimat).

Contoh:

  1. John has not traveled around the world yet. Atau, John has yet to travel around the world.
  2. She has not read the entire book yet. Atau, She has yet to read the entire book.
  3. I have not eaten yet. Atau, I have yet to eat.
  4. Someone has not stolen my book yet. Atau, Someone has yet to steal my book
  5. They haven’t gone yet. Atau, They have yet to go.
  6. I have not seen the Titanic three times yet. Atau, I have yet to see the Titanic three times.
  7. She hasn’t fallen in love ten times yet. Atau, She has yet to fall in love ten times.
  8. They haven’t passed the exam twice yet. Atau, They have yet to pass the exam twice.
  9. My car hasn’t broken down five times yet. Atau, My car has yet to break down five times.
  10. Our dean hasn’t punished that very rebellious student three times yet. Atau, Our dean has yet to punish that very rebellious student three times.

Dalam kalimat tanya, yet umumnya ditempatkan diakhir kalimat.

Contoh:

  1. Has John traveled around the world yet?
  2. Has she read the entire book yet?
  3. Have you eaten yet?
  4. Has someone found your book yet?
  5. Have they gone yet? etc.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa present perfect tense pada prinsipnya digunakan untuk:

  1. Untuk menekankan SUDAH/ BELUM. Kamu sudah makan belum? (Have you eaten yet?)
  2. Untuk menekankan SUDAH BERAPA KALI. Sudah berapa kali kamu makan hari ini? (How many times have you eaten today?).
  3. Untuk menekankan DURASI kejadian/aktivitas. Sudah berapa lama kamu belum makan? (For how long haven’t you eaten yet?
Published in: on Desember 5, 2011 at 12:31 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

ayat al-quran tentang cinta

Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Cinta

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).(2:165)

 

 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(3:14)

 

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(3:31)

 

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.(5:54)

 

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(9:24)

 

Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.(16:107)

 

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,(49:7)

 

(Juga) bagi para fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.(59:8-10)

Published in: on November 23, 2011 at 1:40 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Hadits about arrogant (sombong)

Hadits-26: Sombong itu menentang kebenaran dan merendahkan manusia…

 
 
 :عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَّلَم
 
 
 
 .لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
 
 
.قَفَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً
 
 
 
 
 .قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang di dalam hatinya ada kesombongan, walaupun sekecil biji dzarah”. Kemudian berkata seorang laki-laki: ”Sesungguhnya ada seseorang yang menyukai supaya bajunya bagus dan sandalnya bagus.” (maksud lelaki ini mempertanyakan apakah yang demikian termasuk sombong). Maka bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Indah dan mencintai keindahan. Yang sombong itu adalah menentang kebenaran serta merendahkan manusia.” (Dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala).

Faidah-faidah yang bisa diambil dari hadits di atas adalah:

  • Perkataan: الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ, menunjukkan kesombongan itu akan menghalangi seseorang dalam menerima kebenaran.
  • Perkataan: وَغَمْطُ النَّاسِ, menunjukkan besarnya mudharat kesombongan, karena mudharatnya tidak terbatas kepada pelakunya saja, tetapi juga menimpa orang lain.
  • Perkataan: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً, menunjukkan wara’ dan takutnya para ShahabatRadhiyallahu Ta’ala ‘anhum dari terjatuh pada kesombongan ini.
  • Semangatnya para Shahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum untuk berpenampilan bagus, sebagaimana bagusnya bathin-bathin mereka.
  • Besarnya dosa manusia yang telah mencela perorangan dari Shahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum, apalagi terhadap keseluruhan mereka Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum. Cukuplah bagi kalian pembesar-pembesar mereka Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum, dimana nash-nash yang mensucikan mereka Radhiyallahu Ta’ala ‘anhum sangat banyak dan mashur.
  • Wajib bagi seorang da’i kebaikan untuk memperhatikan bagusnya penampilan-penampilan mereka, setelah diawali dengan memperhatikan bagusnya bathin-bathin mereka.
  • Perkataan: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ, menunjukkan pen-shifat-an Allah Ta’ala dengan shifat Indah.
  • Menetapkan shifat Cinta bagi Allah Ta’ala.
  • Semangat dalam amalan-amalan yang dicintai Allah Ta’ala.
  • Beribadah kepada Allah Ta’ala dengan konsekuensi beriman kepada nama-nama dan shifat-Nya Allah Ta’ala.
Published in: on November 23, 2011 at 1:34 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Hadist about Angry (Marah)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

[رواه البخاري]

 

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah.

(Riwayat Bukhori )

 

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1.     Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.

2.     Larangan marah.

3.     Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.

Published in: on November 23, 2011 at 1:09 pm  Tinggalkan sebuah Komentar