Untuk saudariku..

Image

Ukhti, apa kabarmu ?

sudah lama kita tidak bertemu dan bercanda seperti dulu..
Aku sungguh merindukanmu yang perlahan-lahan mencoba menjauh dariku..

Ukhti, bagaimana keadaanmu ?

Sudah lama aku ingin pergi bersamamu ke pengajian-pengajian dan taklim rutinan kita..

Aku ingin kembali menjadi pendengar setia cerita-ceritamu, curahan hatimu, berbagai macam yang kau rasakan ketika orang-orang disekitarmu mencemoohmu, mengucilkanmu, dan berbagai macam perlakuan temanmu yang tidak senang dengan sikapmu yang mencoba bersikap jujur..

Ukhti, kau sering bilang padaku bahwa keluargamu tak menyetujui dirimu untuk memakai jilbab, namun kau terus menerus membuktikan pada orangtuamu bahwa jilbab bukanlah penghalang, kau luluhkan hati keluargamu dengan cara kau berubah menjadi lebih santun didepan mereka..

Ukhti, kau pernah mengadu padaku, kau pernah pingsan saat upacara berlangsung, dan saat itu kau begitu takut dan sedih jika saat kau pingsan auratmu sedikit terbuka dan jika sampai terlihat oleh teman-temanmu..

Ukhti, kau yang dulu mengajariku cara bersabar, cara bersikap layaknya muslimah, kau ajarkan aku kesederhaaan..

aku teringat ketika pulang sekolah kau tidak sempat lagi pulang kerumahmu untuk sekedar mengganti baju dan makan siang terlebih dahulu, kau lebih memilih langsung kerumahku untuk menghadiri pengajian mingguan kita..
tak ingatkah kau ukhti? 

Saat itu hatiku tertampar berkali-kali, begitu mulianya dirimu ukhti..
Aku begitu kecil dibandingkan dirimu..

Sungguh, aku menyayangimu ukhti, 

Jika melihat kenyataannya sekarang kau menjauh dariku..

Kau berubah drastis.

Kau perlahan meninggalkan gaya pakaianmu dulu, kau meniggalkan kami teman se-pengajianmu, menjauh dan terus menjauh.

kau bilang padaku, bahwa kau pernah mendapat cerita tentang kesalahan beberapa akhwat yang kau dengar dari temanmu. 
Juga beberapa orang yang mungkin mengecewakanmu. 

Dan itu mungkin membuatmu menjauh dan tidak lagi respek lagi pada kami.

Please, buka matamu ukhti,

Masih banyak akhwat-akhwat lain yang begitu suci hatinya di luar sana. Dirimu tidak berhak memukul rata dan menilai sama semua orang..

maafkan aku ukhti, mungkin ini caraku yang terakhir untuk membujukmu kembali lagi di dalam ukhuwah yang selama ini kita jalin.

Aku sangat tahu, Hati manusia adalah urusan Allah..
Sang Maha Pembolak-balik hati manusia.

namun, saudarimu ini hanya bisa berusaha semampunya untuk mengajakmu kembali seperti dulu..

perlukah kami berlutut didepanmu untuk mengajakmu kembali hadir di pengajian..

Tak usah malu bila kau telah melangkah terlalu jauh, 

Allah maha memaafkan hamba-Nya,.

Ini usaha terakhirku ukhti, semoga bagaimanapun keadaanmu Allah kan selalu menjagamu..

aamiiin

( Tolong yang baca di “aamiiin” kan ya , bantu doa agar si ukhti membaca dan terketuk hatinya.. selebihnya hanya bisa berdoa semoga hidayah-Nya kembali menyapa hatinya.. jazakillah )

Published in: on April 3, 2012 at 11:11 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://jessitaputridhiary.wordpress.com/2012/04/03/untuk-saudariku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: